Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

28.12.15

Bawang Putih, Tewaskan 14 Kanker dan 13 Jenis Infeksi

Bawang Putih, Tewaskan 14 Kanker dan 13 Jenis Infeksi
Bawang Putih, Tewaskan 14 Kanker dan 13 Jenis Infeksi

Di Asia, bawang putih banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masakan. Tapi sebenarnya, manfaat bawang putih jauh lebih banyak dari itu. Sejak 7.000 tahun yang lalu, bumbu dapur ini sudah dimanfaatkan untuk bahan pengobatan.
Tak hanya di Asia, jenis tanaman umbi-umbian ini juga dikenal di Afrika, Eropa dan Mesir Kuno sebagai campuran masakan maupun pengobatan. 
Bawang putih memiliki manfaat besar bagi kesehatan. Bawang putih dapat menjadi antibiotik alami di dalam tubuh manusia. Selain sebagai antibiotik, bawang putih dapat membunuh 14 jenis kanker dan 13 infeksi. Berikut di antaranya.
  • Infeksi Klebsiella
  • Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA)
  • Mikotoksin terkait aflatoxicosis
  • Thrush (jamur berlebih di rongga mulut)
  • Candida (infeksi ragi)
  • Infeksi Helicobacter Pylori
  • Mycobacterium Tuberculosis
  • Pseudomonas Aerigonisma (termasuk strain yang resistan terhadap obat)
  • Infeksi Vibrio
  • Infeksi HIV-1
  • Kelompok infeksi Streptococcus B
  • Infeksi virus (Herpes Simplex 1 dan 2, Parainfluenza virus tipe 3, virus vaccinia, stomatitis vesikular dan rhinovirus manusia tipe 2)
  • Infeksi Cytomegalovirus.

Hippocrates mengatakan, bawang putih juga dapat mengobati dan menyembuhkan kanker. Dengan cara, mengonsumi 5-6 siung bawang putih yang telah dihancurkan setiap hari. Setelah dihancurkan, diamkan bawang putih hingga 15 menit atau lebih untuk menghasilkan enzim allinase. Enzim ini akan menghasilkan senyawa anti-jamur dan anti-kanker. Anda dapat mengonsumsinya dalam keadaan mentah atau dimasak dengan mencampurkannya dalam sandwich atau makanan lain.
Ada sekitar 4.245 studi yang meneliti tentang bawang putih yang tercantum dalam database biometrik MEDLINE, dan data yang dipublikasikan menyatakan bahwa bawang putih sangat signifikan dalam mencegah dan mengobati lebih dari 150 kondisi kesehatan, seperti kanker, diabetes, infeksi penumpukan plak di arteri, kerusakan DNA dan keracunan merkuri. Selain itu, bawang putih juga berperan besar dalam mencegah dan mengobati penyakit jantung dan kanker.
Jadi, mulai sekarang, belajarlah untuk beralih mengonsumsi bahan atau obat-obatan alami untuk meningkatkan kesehatan Anda, karena bahan-bahan alami sudah terbukti efektif dan aman untuk tubuh Anda.

10.12.15

Minuman paling Mujarab Bersihkan Organ Hati

Minuman paling Mujarab Bersihkan Organ Hati
Minuman paling Mujarab Bersihkan Organ Hati
Hati merupakan salah satu organ paling penting  dalam tubuh manusia. Organ hati berfungsi memproses makanan yang kita konsumsi, membuang semua lemak, racun dan zat berbahaya lainnya yang masuk ke organ tubuh kita.
Organ hati berperan besar dalam menjaga kesehatan seluruh tubuh, tapi semua zat berbahaya dan makanan olahan yang Anda konsumsi, dapat menghambat kerja hati. Ketika hati dalam kondisi yang buruk dan tidak berfungsi dengan baik, ini akan berefek buruk pada organ tubuh lainnya.
Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga kesehatannya agar tetap bersih dengan melakukan detoksifikasi untuk meningkatkan fungsinya. Detoksifikasi bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya yang paling sederhana adalah dengan mengonsumsi minuman alami berikut ini. 
Minuman ajaib ini dapat membersihkan organ hati Anda. Setelah melakukan detoksifikasi tubuh dengan mengonsumsi minuman fantastis ini, hati Anda akan bekerja dengan maksimal.
Bahan: 
  • 125 gram kubis segar
  • Sepotong jahe (2 cm)
  • 25 gram seledri
  • 10 gram mint
  • 250 gram pir segar
  • 1 buah lemon
  • 500 ml air

Cara membuat:
Potong kecil-kecil pir, kubis, seledri dan jahe. Masukkan semua bahan dalam blender bersama segelas air sampai tercampur rata. Kemudian tambahkan sisa air, mint dan perasan lemon, aduk kembali dan tuangkan dalam gelas.
Aturan pakai:
Konsumsi minuman menakjubkan ini dua kali sehari, pagi dan malam hari. Silakan konsultasikan terlebih dahulu ke dokter, jika Anda tidak yakin dengan resep ini.

16.9.15

Penemuan-penemuan Baru yang Aneh Odol Gosok Gigi : Tes Kehamilan

Penemuan-penemuan Baru yang Aneh Odol Gosok Gigi : Tes Kehamilan
Penemuan-penemuan Baru yang Aneh Odol Gosok Gigi : Tes Kehamilan
Test pack merupakan alat praktis dan sederhana untuk memastikan kehamilan pada seorang wanita. Sayangnya, seringkali kaum wanita tidak memiliki persediaan test pack di rumah. Lantas apa yang harus dilakukan jika keinginan untuk mengetahui kehamilan begitu menggebu?

Nah, sebenarnya masih ada beberapa cara melakukan tes kehamilan tanpa test pack dan hanya dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di rumah. Berikut ini beberapa cara yang bisa dicoba oleh kaum wanita (LEBIH DI ANJURKAN KE PEMERIKSAAN DOKTER) :

1. Pasta gigi
Di rumah Anda tentu selalu tersedia pasta gigi, bukan? Ternyata pasta gigi juga bisa digunakan untuk memastikan kehamilan. Tapi pasta gigi yang dipakai ini haruslah pasta gigi yang berwarna putih. Untuk melakukan tes kehamilan dengan pasta gigi, tampunglah urin pertama di pagi hari dalam sebuah wadah. Lalu teteskan urin tersebut beberapa tetes saja ke pasta gigi yang berwarna putih.

Jika pasta gigi mengalami perubahan menjadi berbusa atau berubah warna menjadi berwarna biru, maka Anda mungkin saja hamil. Namun jika tidak terjadi perubahan apapun, dapat diartikan bahwa belum terjadi kehamilan.

2. Pemutih
Bahan untuk pemutih juga bisa menjadi alat untuk memastikan kehamilan. Caranya, tampunglah urin pertama di pagi hari lalu masukkan pemutih secukupnya. Jika sesaat kemudian urin mengeluarkan bunyi berdesis dan berbusa, maka kemungkinan telah terjadi kehamilan cukup besar.

3. Daun dandelion atau randa tapak
Cara melakukan tes kehamilan tanpa test pack berikutnya adalah dengan memanfaatkan tanaman dandelion.

Jika Anda menanam dandelion atau yang dikenal juga dengan nama randa tapak, maka daunnya bisa digunakan untuk memastikan kehamilan. Lalu tampunglah urin pertama di pagi hari dan basahi daun-daun dandelion dengan urin tersebut. Jika dalam beberapa waktu terjadi perubahan warna pada daun dandelion menjadi kemerah-merahan, maka hal tersebut menandakan kehamilan telah terjadi.

Dalam melakukan tes ini sebaiknya hindari paparan sinar matahari secara langsung agar tidak mempengaruhi hasilnya.

4. Cuka
Tampunglah urin pertama di pagi hari dalam sebuah wadah lalu campurkan dengan cuka. Bila terjadi perubahan warna, maka hal ini menandakan terjadi kehamilan. Jika tak terjadi perubahan apapun, dapat disimpulkan kehamilan tidak terjadi.

5. Gula
Jika cuka tak tersedia, gula juga bisa digunakan untuk tes kehamilan. Caranya, tampunglah urin pertama di pagi hari dalam sebuah wadah lalu campurkan dua sendok makan atau tiga sendok makan gula. Jika gula dengan cepat melebur atau tercampur, maka hal ini menunjukkan hasil yang negatif. Namun jika gula menggumpal, maka keadaan tersebut menunjukkan hasil positif.

Nah, itulah beberapa cara melakukan tes kehamilan tanpa test pack yang bisa dilakukan di rumah. Tentu saja jika Anda mendapati hasil tes positif sebaiknya segera lakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikannya. Misalnya saja dengan melakukan tes darah atau pemeriksaan ke dokter kandungan.

20.5.15

Hanya Mitos Senam Otak Kanan dan Kiri agar Cerdas

Beragam cara bisa dilakukan untuk melatih otak agar kemampuannya tidak cepat menurun seiring bertambahnya usia. Salah satunya seperti yang banyak ditawarkan di internet adalah senam otak, yang diklaim bisa menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan.

"Otak tidak perlu di apa-apakan. Otak sudah seimbang kok, otak sudah bersinergi dalam semua hal," kata dr Roslan Yusni Al Imam Hasan SpBS dari RS Bethsaida Serpong, seperti ditulis Rabu (20/5/2015).

Menurut dokter yang akrab disapa dr Ryu ini, segala macam ekspresi manusia merupakan hasil sinergi otak. Mulai dari ekspresi benci, marah, menangis, dan sebagainya, adalah hasil kerja otak yang bersinergi dengan baik. Tanpa perlu dilatih, otak sudah bisa menemukan sinerginya sendiri.

Kalaupun ada latihan untuk otak, tujuannya menurut dr Ryu adalah untuk menjaga fungsi kognitif. Itupun bukan dilakukan dengan senam otak, melainkan dengan cara rajin belajar. Sebagai contoh, seseorang yang rajin membaca cenderung lebih terjaga dari risiko pikun.

"Sering-sering menggunakan otak dengan hal baik dijamin bikin otak kita jadi lebih berkualitas jangka pendek dan panjang," saran dr Ryu.

Sementara itu dr Yuda Turana, SpS dari Fakultas Kedokteran UNIKA Atma Jaya mengatakan bahwa senam vitalitas otak bisa menstimulasi fungsi kognitif dan fungsi keseimbangan otak. Senam vitalitas otak ini melalui gerakan-gerakannya menstimulasi berbagai struktur di otak.

Kisah kejeniusan Einstein disebut-sebut karena bagian kanan dan kiri otaknya memiliki struktur hubungan kuat yang tak ditemukan pada manusia lain. Hal ini namun dibantah oleh dokter yang mengatakan bahwa tak ada hubungan antara kecerdasan dengan hubungan otak.

Kabar yang beredar menyebut bahwa tujuh jam setelah Einstein meninggal pada tahun 1955, otaknya diambil dan dijadikan bahan penelitian. Salah satu penelitian tersebut melaporkan bahwa belahan bagian kiri dan kanan otak Einstein terhubung dengan sangat baik sehingga semakin mendukung teori bahwa keseimbangan otak kiri dan kanan sangatlah penting.

dr Roslan Yusni Al Imam Hasan, SpBS, yang akrab disapa dr Ryu mengomentari hal ini dan membantahnya. Ia sendiri pernah membahas soal otak Einstein dan mengatakan bahwa kabar adanya perbedaan struktur otak si jenius dengan manusia lain ini hanya mitos.


"Ini bohong, hoax. Semua orang pun juga seperti itu. Penelitian-penelitian yang dilakukan pada Einstein tidak menemukan perbedaan pada otak Einstein ataupun otak manusia lainnya. Tidak ada perbedaan struktural pada otak Einstein dengan otak orang kebanyakan lainnya," kata dr Ryu yang sehari-hari berpraktik di RS Bethsaida Serpong ketika dihubungi detikHealth pada Rabu (20/5/2015).

"Di Twitter saya pernah menjelaskan tentang otak Einstein, faktanya sel otak yang sebetulnya bukan sel saraf pada otak Einstein itu lebih banyak. Seharusnya dia lebih bodoh dong? Sama sekali tidak ada hubungannya," lanjut dr Ryu.

Sementara itu dr Yuda Turana, SpS, dari Departemen Neurologi FK UNIKA Atmajaya menjelaskan bahwa satu hal yang lebih mungkin adalah orang bisa lebih tajam pikirannya apabila kedua-belahan otak distimulasi.

dr Yuda memberi contoh ketika anak belajar misalnya. Ia mungkin akan lebih mudah ingat pelajaran ketika menyaksikannya di televisi daripada ketika membaca dari buku.

"Saat kita melihat tulisan hitam putih tentu akan berbeda dibandingkan saat kita melihat tulisan berwarna. Tulisan berwarna akan lebih diingat, karena saat membaca tulisan berwarna kita lebih membangkitkan sinergi antara otak kanan dan kiri," pungkas dr Yuda.

10.9.12

7 Manfaat Berjalan Tanpa Alas Kaki

Berikut saya Shared 7 Manfaat Berjalan Tanpa Alas Kaki :

7 Manfaat Berjalan Tanpa Alas Kaki

1. Mencerahkan Pikiran
Saat melangkah tanpa alas kaki, tingkat kewaspadaan Anda spontan akan meningkat. Setidaknya terhadap area sekitar pijakan, apakah ada duri, kerikil tajam, atau benda lain yang bisa melukai telapak kaki. Tanpa sadar, kondisi ini akan membuat pikiran lebih cerah dan merangsang fokus pikiran lebih baik.

2. Yoga Kaki Gratis
Berjalan tanpa alas kaki akan meregangkan sekaligus memperkuat otot tendon, ligamen dalam, pergelangan kaki dan betis. Ini membantu mencegah cedera, ketegangan lutut, dan masalah punggung. Jalan bertelanjang kaki juga akan mengaktifkan kerja otot tertentu yang membantu menjaga postur tubuh dan keseimbangan badan. Otot ini tak aktif ketika mengenakan sepatu.

3. Refleksi Gratis
Kaki memiliki sejumlah titik refleks yang terhubung ke hampir semua organ tubuh. Benjolan kecil, batu, atau permukaan kasar yang terinjak akan merangsang titik-titik refleks di kaki. Meski awalnya mungkin terasa sakit, tapi memiliki efek positif meredakan gejala penyakit di tubuh.

4. Redakan Stres
Sebuah penelitian mengungkap bahwa berjalan tanpa alas kaki di rumput membantu mengurangi kecemasan dan depresi sebesar 62 persen. Berjalan telanjang kaki meningkatkan kadar endorfin sehingga memunculkan perasaan bahagia.

5. Tidur Malam Berkualitas
Ada beberapa kalangan yang percaya bahwa berjalan tanpa alas kaki di rerumputan menjadi obat terbaik untuk mengatasi insomnia.

6. Detoksifikasi
Bumi atau pijakan alam memiliki muatan ion negatif yang berperan dalam detoksifikasi tubuh, mengurangi efek peradangan, sinkronisasi siklus hormonan dan irama fisiologis, juga memberikan efek yang menenangkan. Karenanya, jangan ragu melepas alas kaki saat bermain di pantai.

7. Sehatkan Jiwa
Berjalan tanpa alas kaki memudahkan Anda terhubung dengan alam sekelilingnya. Lebih mudah merasakan hangatnya sinar matahari, atau desiran angin di pepohonan. Sederhananya, berjalan kaki tanpa alas kaki sangat baik untuk kesehatan pikiran, tubuh dan jiwa.

Bagaimana menurut anda tentang 7 Manfaat Berjalan Tanpa Alas Kaki ?

2.9.12

Indonesia Negara Ramah Rokok

 Indonesia Negara Ramah Rokok

World Tobacco Asia, ajang pertemuan dan pameran buat industri serta perokok, akan diadakan untuk kali kedua di Indonesia. Penyelenggaraan itu adalah untuk kedua kalinya secara berturut-turut sejak tahun lalu, yang juga digelar di Indonesia.

Dalam situs resminya World Tobacco Asia menyatakan alasan kembali penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah karena Indonesia dikenal sebagai pasar yang ramah rokok karena tiadanya kebijakan pengendalian total atau regulasi lain seperti di negara ASEAN lain.

Indonesia juga dikatakan merupakan pasar rokok yang sedang berkembang paling pesat dengan 30 persen dari 248 juta penduduk tercatat sebagai perokok.


Indonesia Negara Ramah Rokok

Ternyata, acara tersebut mendapatkan reaksi keras dari berbagai kalangan. Sebut saja penolakan yang datang dari Koalisi Profesi Kesehatan Anti Rokok, Kaukus Kesehatan DPR, Komisi Nasional Pengendalian Tembakau serta aliansi Masyarakat Anti Tembakau Asia.

Pengurus Komisi Nasional Pengendalian Tembakau, yang merupakan mantan ketua Ikatan Dokter Indonesia, Kartono Mohamad, mendesak agar pemerintah menolak rencana penyelenggaraan World Tobacco Asia yang disebut sebagai pelecehan karena bisa digelar dua kali berturut.

Senada dengan Komisi Nasional Pengendalian Tembakau, aliansi Masyarakat Anti Tembakau Asia yang juga aktvis perlindungan anak, Hery Hariyansyah menjelaskan pemberian izin buat Wold Tobacco Asia menunjukkan tidak konsistennya Pemerintah menjalankan Undang Undang yang menyatakan rokok digolongkan dalam zat adiiktif.

Hingga kini belum memang belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah terhadap desakan penolakan penyelengaraan ajang ini di Indonesia.

Kartono Mohamad dari Komisi Nasional Pengendalian Tembakau mengungkapkan sudah menyampaikan penolakan itu kepada Menteri Kesehatan yang baru, Nafsiah Mboi dalam sebuah forum awal bulan ini.

Kartono mengatakan telah mendapat tanggapan baik atas penolakan dari Kementerian Kesehatan yang berjanji hendak berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan yang juga membawahkan dan terkait dengan rencana World Tobacco Asia.

29.8.12

Naik Sepeda Motor Seharusnya Maksimal 2 Jam

Naik Sepeda Motor Seharusnya Maksimal 2 Jam

Naik Sepeda Motor Seharusnya Maksimal 2 Jam, Naik sepeda motor pada dasarnya maksimal hanya boleh selama dua jam. Hal ini disampaikan Kabag Analis Kebijakan Korlantas Polri, Kombes Pol Adnas, dalam menyikapi faktor kelelahan sebagai faktor terbesar mengapa banyak pemudik bersepeda motor mengalami kecelakaan, bahkan meninggal akibat tabrakan.

Jumlah kasus kecelakaan lalu lintas sendiri selama musim Lebaran 2012 menurut kepolisian daerah se-Indonesia mencapai 5.233 kejadian dengan total korban meninggal 908 orang, luka berat 1.505 orang, luka ringan 5.139 orang dengan kerugian materi diprediksi Rp. 11 miliar lebih.

"Sekitar 70 persen disebabkan oleh kendaraan roda dua," ungkap Adnas.

Dalam penjelasannya, sepeda motor sebenarnya hanya untuk jarak-jarak pendek, bukan digunakan untuk jarak panjang. Selain itu banyak pengendara sepeda motor yang seharusnya maksimal berkendara selama 2 jam, terkadang tidak berhenti juga walau sudah 4 jam lebih berkendara.

"Sepeda motor yang seharusnya hanya digunakan untuk dua orang, pada mudik lebaran sepeda motor di tunggangi lebih dari dua orang. Belum lagi tas dan barang-barang lain yang ditempatkan di depan, samping maupun belakang sepeda motor, yang menyebabkan hilangnya keseimbangan sepeda motor. Akhirnya pengendara kelelahan dan kehilangan konsentrasi berkendara," urainya.

Cara berkendara pun dinilainya menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. Dalam kondisi arus lalu lintas padat, sejumlah pengendara sepeda motor justru melaju dengan kecepatan tinggi, mencoba menyelinap di sela-sela kendaraan lain, berbelok kanan-kiri, bahkan mendahului tidak menggunakan lampu sein, hingga menerobos lampu merah. Naik Sepeda Motor Seharusnya Maksimal 2 Jam

"Pengendara sepeda motor banyak yang tidak sabar dan tidak mematuhi aturan berlalu lintas," tambahnya.

Ia juga secara general memaparkan faktor-faktor penyebab kecelakaan. Sebanyak 28 persen disebabkan faktor manusia, 20 persen disebabkan faktor alam, 18 persen disebabkan faktor kendaraan yang digunakan, dan 15 persen disebabkan oleh faktor jalan. Naik Sepeda Motor Seharusnya Maksimal 2 Jam

14.8.12

Menguak Misteri KLINIK TONG FANG

SEJARAH:
Menguak Misteri KLINIK TONG FANG, Mr. Xi pria kelahiran 52 tahun silam dari negeri tirai bambu ini, mendirikan sebuah klinik yang khusus menangani berbagai penyakit dengan teknik dan metode pengobatan tradisional China. Klinik Tong Fang yang telah melakukan praktek pengobatannya selama dua tahun belakangan ini meruapakan cabang resmi dari RS. Tong Fang yang berada di China. Perhatian utama klinik Tong Fang adalah penyakit kanker, kami menggunakan teknik pengobatan TCM yang pada prakteknya telah berhasil mengobati banyak orang. Klinik ini adalah cabang langsung dari RS.Tong Fang di china.

RS Tong Fang di China :

Menguak Misteri KLINIK TONG FANG

Prinsip Pengobatan:
Teknik pengobatan tradisional China memang dikenal berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Berbeda dengan metode pengobatan modern, pengobatan herbal yang diracik dari bahan-bahan alami ini merupakan cara yang mujarab. Sebagai yang kita tahu China memang terkenal di dunia dengan obat herbalnya untuk mengatasi berbagai penyakit baik akut maupun kronis.
Tapi yang ane liat nih klinik konsen ama penyakit kanker dimana klinik Tong Fang meracik sendiri obat-obatan alami yang harus diminum oleh pasien yang biasanya dalam waktu paling sedikit tiga hari, rasa sakit yang diderita perlahan-lahan menghilang.
Ada juga yang menaruh racikan obat di berbagai titik meredian atau akupuntur tubuh dg tujuan detoksifikasi zat2 atau racun2 dan menyerapnya keluar dari tubuh bersama dengan racikannya tadi.

Macam Penyakit:
Berbagai penyakit yang diklaim 'berhasil' disembuhkan antara lain:
Kanker -> sistemnya dengan detoksifikasi zat2 karsinogenik dari dalam tubuh pasien sehingga tidak sampai sel ganas itu metaplasi ke jaringan
Gagal ginjal -> Nih juga unggulan dari TongFang. Ilmu pengobatan TCM (Traditional Chinese Medicine) berpendapat, adanya unsur lembab, toksin yang berhenti didalam tubuh merusak organ ginjal, membuat ginjal mengecil dan mengeras, lembab toksin yang menunmpuk bisa menimbulkan kadar asam urat, ureum (BUN) dan kreatinin (Cr) meningkat, jika tidak dikeluarkan dari dalam tubuh sedini mungkin, pada akhirnya menimbulkan keracunan ammonia, pingsan dan meninggal. sehingga sistemnya seperti cuci darah tapi lewat ramuan yang diberikan
Diabetes, Hipertensi -> menggunakan ramuan khas racikan klinik
Kecing Batu, BPH -> nah yang ini belum jelas, sama dengan atasnya paling
Dan beberapa lagi, kalo disebutin satu-satu kayak buka praktek ane

Efek yang Diharapkan:
Klinik Tong Fang Jakarta bekerjasama dengan RS Tong Fang Tiongkok, mendatangkan beberapa konsultan sinshe TCM ternama pakar penyakit ginjal, bergabung mengadakan pengobatan dalam jangka panjang, menerapkan metode gabungan TCM (Traditional Chinesse Medicine), minum ramuan herbal dan pengobatan herbal TCM lewat beberapa titik akupuntur untuk mengobati penyakit gagal ginjal. Rata-rata penderita setelah minum obat herbal bisa mengurangi kecapekan, pusing, rasa eneg, mual, dan menghilangkan edema (penimbunan cairan). Rata-rata setelah 2-3 tahap pengobatan kadar asam urat, ureum, kreatinin akan bisa menurun. Metode ini hasilnya sangat bagus, tanpa penderitaan, tanpa efek samping, juga bisa meringankan penderitaan pasien yang menjalankan pengobatan cuci darah. Agar metode pengobatan terdepan ini bisa dikembangkan secara luas di Indonesia, membuat para penderita ginjal dan diabetes disembuhkan sedini mungkin. Setelah diteliti dengan pihak mmanagemen atas diputuskan, juga mendapat dukungan dari pihak Tiongkok, beberapa waktu ini diadakan program promosi khusus pengobatan gagal ginjal dan diabetes di klinik Tong Fang, penderita yang datang berobat bisa mendapatkan program promosi khusus biaya obat sebesar 30%.

Waaw jadi di TongFang juka ada laboroatorium klinik gan, juga bisa mengganti hemodialisa orang GGK Itu dia tadi profil 'singkat' Tong Fang Clinic TCM

Plus-Minus Tong Fang :

Plus:
  • Dengan sistem yang ane baca, ga ada tindakan invasif yang dilakukan, so jika pasien memang sembuh maka perkembangan baru dunia kesehatan karena penyakit kronis bahkan degeneratif sering berakhir dengan pembedahan seperti Gagal Ginjal Kronis yang baru terdeteksi ketika kerusakan 75% nefron ginjal
  • Jika memang sistem pengobatan 'turun asli' dari Cina, maka seharusnya bisa diterapkan pada orang indonesia yang termasuk ras asia, ingat ras juga menjadi faktor predisposisi suatu penyakit
  • Nih klinik pasti sangat 'hebat' karena mampu bertahan di tengah plesetan dan berita miring di tengah masyarakat (yang ini pure opini dari dalam hati )
Minus
  • Ane orang kesehatan walau ga pinter2 amat, tapi bingung aja ama konsep herbal untuk membantu penyembuhan gagal ginjal, karena racikan tersebut mungkin aja mengandung sampah yang memberatkan ginjal, inget jamu tradisional yang sangat herbal aja masih membebani kerja ginjal untuk filtrasi dan ekskresi
  • Ada beberapa pernyataan bahwa pengobatan kanker juga meliputi gejala2 nya, nah kalo gejala2 stadium awal seh masih mungkin, tapi gimana dengan sel yang bermetastase, karena ini kanker (carcinoma/sarcoma) bukan tumor (benigna) yang bersifat jinak. Keluhan kanker hilang belum tentu sel induk kanker lenyap.
  • Ane kurang setuju ama konsep marketing yang ngasih diskon 30% ama iklan di tivi dengan pernyataan 'satu kali paket pengobatan langsung sembuh'. Kita ga tau paket pengobatannya kayak gimana dan berapa jangka waktunya. 
Iklan ini udah mendapat imbauan dari KPI gan, monggo di cek:

Menguak Misteri KLINIK TONG FANG

Menguak Misteri KLINIK TONG FANG

Kalo belum puas liat iklannya, nih monggo di bemper videonya:

Ane cuma ngajak agan2 berfikir kritis gan, biar walau nge-JOKE tapi kita tau alasannya dan sisi baiknya jadi ga menaruh sisi negatifnya aja.  Menguak Misteri KLINIK TONG FANG

Semua Hal Tentang Diabetes

What Allopathic Medicine Says About Diabetes 

Semua Hal Tentang Diabetes, Diabetes mellitus is a degenerative disease characterized by either lack of insulin or a resistance to insulin, a hormone which is crucial for metabolism of blood sugar. In a healthy person, the pancreas produces insulin to help metabolize sugar in the blood and maintain blood glucose (sugar) levels within their normal range. Diabetics are unable to produce insulin or are resistant to insulin, and consequently cannot remove glucose from the bloodstream. Whether there is inadequate insulin or insulin resistance, glucose levels in the blood increase and cause severe health problems.  Semua Hal Tentang Diabetes
Semua Hal Tentang Diabetes

There are two major types of diabetes. Type 1, or insulin-dependent juvenile diabetics, is genetic in origin and is characterized by the body's inability to produce insulin, and the resulting buildup of glucose in the blood. It usually occurs during puberty or adolescence but can occur during adulthood. Symptoms include extreme hunger and thirst, frequent or excessive urination, and weight loss. The ultimate effects of diabetes include heart disease, kidney disease, cancer, hypertension, gangrene, infections, blindness, strokes, and death.  Semua Hal Tentang Diabetes 

Type II, or non-insulin-dependent adult-onset diabetes, is the more common form and is characterized by the body’s resistance to insulin. About 90% of diabetes are type II and 80% of them are overweight when diagnosed, generally during middle age. Most obese diabetics have elevated insulin levels, but it doesn't control their blood sugar because of the deficit in insulin receptor cells and insulin resistance. Obesity and excess calories create a resistance to insulin - that is, the pancreas continues to produce insulin in response to blood glucose, but the body's cells resist the action of insulin. The combination of obesity and high blood sugar lead to a decrease in the number of insulin receptors,  Semua Hal Tentang Diabetes sites to which insulin attaches to initiate conversion of glucose to glycogen or fat for storage. Weight loss and decreased caloric intake cause an increase in the number of receptor cells leading to more efficient insulin metabolism.

Symptoms of Type II diabetes are the same as symptoms of Type I, but weight loss is rarely experienced in a type II diabetic without a change in diet. Unlike Type I diabetes, which generally requires regular insulin injections, Type II diabetes can usually be controlled by natural methods, including diet, weight control, hormonal balancing, enzyme therapy and herbal supplements. In general, physicians consider a fasting plasma glucose level above 140 mg/gl as excessive. The optimum range is actually 85 to 100, and I like to see it around 100 in my clients.

What Dr. Raymond Peat Says About Diabetes 

Peat takes a fresh look at diabetes, one that seems far more hopeful than the standard medical textbooks. Although diabetes is defined by an elevated blood sugar (greater than 140) plus glucosuria (spilling sugar in the urine), Peat says that an elevated blood sugar by itself has no biological meaning because so many factors can raise the blood sugar level. Among these factors are a fever, such as those that occur during viral infections, a cortisone shot, and even puberty. See a complete list below. For example, young children are often diagnosed with diabetes following the rise in blood sugar after a fever. Insulin continues this so-called diabetes, causes insulin dependence and raises the cortisol level, which exacerbates the problem. Even eating a large amount of pure protein, such as 6 or so eggs alone without some carbohydrates causes a surge of insulin and cortisol, which is stressful, so Peat recommends that everyone combine protein with some carbohydrates, such as potatoes or orange juice, etc. So much for food combining.  Semua Hal Tentang Diabetes

Peat says that Type I (juvenile diabetes) with low insulin production is rare compared to cortisol-induced high blood sugar. Because of the frequent occurrence of elevated cortisol levels with elevated blood sugar, Peat recommends that the levels of both cortisol and insulin be measured, but many doctors measure only the blood sugar. The most common physiological cause of elevated blood sugar is high cortisol, a direct outcome of hypothyroidism, and most of these people have a normal insulin level. Cortisol causes the liver to produce estrogen (Peat, Ray, Ph.D., Nutrition For Women, p. 38) and excess estrogen desensitizes the skeletal muscles to the action of insulin. Thyroid therapy will normalize blood sugar by normalizing the cortisol and the adrenalin levels. Pregnenolone also lowers cortisol levels. Dr. Broda Barnes had very good results treating diabetics with thyroid glandular therapy and found that it protects the patient from diabetes, even in insulin-dependent diabetes.

Semua Hal Tentang Diabetes

It was only recently that doctors began measuring insulin levels in patients with high blood sugar. This showed that the majority of “diabetics” had plenty of insulin. Therefore, most diabetics are not insulin-deficient but insulin-resistant. The two most common causes of insulin-resistance are estrogen dominance and excess unsaturated fatty acids (PUFAs). The estrogen-insulin-resistance connection explains why menopausal women have five times more diabetes than men. But the signs of insulin-resistances sets in at puberty. Again, this is more prevalent in women than men, because estrogen increases during the reproductive years and the effect of estrogen dominance worsens at menopause because progesterone decreases more than estrogen at menopause. This situation worsens in women given “estrogen replacement therapy” during menopause in doses that are twenty times higher than the amount of estrogen produced by a woman at the peak of her fertility.

I have observed the onset of diabetes following menopause and especially surgical menopause in women who did not have not prior symptoms. Peat explains this in his book, Nutrition For Women. He says that menopause is similar to Cushing’s syndrome (overactive adrenal cortex) leading to increased cortisol.  Semua Hal Tentang Diabetes This would be exacerbated with surgical menopause. Diabetes following hysterectomy is largely due to the loss of progesterone in addition to increased cortisol.

In diabetics whose blood sugar hops up and down from 300 to 90 after just walking a short distance, peat says that thyroid therapy would prevent the blood sugar from dropping. Also, DHEA, derived from pregnenolone rejuvenated the beta cells in rabbits whose beta cells were destroyed by drugs. In addition, he suggests trying Brewer’s yeast (several ounces) in juice daily for about two weeks because it can help correct the blood sugar. Long term use of Brewer’s yeast is not recommended because it is high in phosphorous which can lead to loss of calcium from the bones.

Semua Hal Tentang Diabetes

Diabetics tend to be overly acidic because a major energy cycle in the body – the Krebs or Citric Acid Cycle, which produces carbon dioxide – is faulty and this causes formation of acidic compounds (fat byproducts such as ketobutyric acid and related ketones). Semua Hal Tentang Diabetes So, if you are low in carbon dioxide, your body makes acids. Thyroid hormone causes the body to make carbon dioxide and allows glucose to go into the cells. Exercise has the same effect (but not endurance exercise). Thus, the failure of good thyroid function causes decreased carbon dioxide and the failure of glucose to get inside the cells. This leads to the products of acids instead of carbon dioxide, which, in turn, leads to poor circulation.

In summary, Peat says that thyroid glandular support, DHEA and pregnenolone support is the best way to correct the hormonal causes of diabetes. In drug induced diabetes, such as taking Prednisone or cortisone, weaning oneself from the drug is usually self-corrective.

What Dr. Howard Loomis Says: The Lipase-Diabetes Connection 

Diabetics are deficient in lipase which is required for the metabolism of insulin and optimum cell permeability, which includes the transport of insulin inside the cell. Insulin is suppressed in proportion to

the amount of undigested fat (triglycerides) in the blood. If fat can be digested, insulin metabolism can be improved. Lipase deficiency (fat intolerance) leads to the inability to utilize glucose. The enzyme formula for fat intolerance (diabetes) is very high in lipase (in addition to other plant enzymes) and is called VSCLR (vascular).  Semua Hal Tentang Diabetes

Summary of Major Causes of Diabetes 

The use of Prednisone (synthetic cortisone)
The production of excess cortisone, which occurs in all hypothyroid people.
Stress, which exacerbates hypothyroidism and suppresses the immune system in general
Genetic defect (juvenile diabetes) - much more rare than hypothyroidism - induced high cortisol
Certain viral infections
Chemical poisoning from substances such as pesticides, and certain chemical additives such as alloxan, which is present in bleached white flour and is used in commercial wheat products as well.
Allergic triggers.  Semua Hal Tentang Diabetes

A zero-enzyme, refined, junk food diet. In particular, diabetics are deficient in lipase, which is required for optimum cell permeability, which includes the production of insulin and its transport inside the cell. Insulin is suppressed in proportion to the amount of undigested fat (triglycerides) in the blood. If fat can be digested, insulin metabolism can be improved. Lipase deficiency (fat intolerance) leads to the inability to utilize glucose.

Diet And Nutrition 

As noted above, most cases of Type II diabetes can be controlled by diet, and many cases of Type I will benefit from proper diet and nutrition as well. First, let’s discuss foods for diabetics to avoid: white flour and all commercial flour products (including bleached and unbleached). Bleached white flour is a poor excuse for food. Not only have the bran and germ been stripped away, but bleached flour also contains a substance from the flour bleach (alloxan) which causes diabetes in animals. And if animals get diabetes from white flour, I sure wouldn't eat it. Avoid unbleached white flour as well. It's still white flour, and is devoid of nutrients.

Avoid white sugar, and all refined sugars, which include white sugar, fructose, corn syrup, and dextrose. Diabetics must generally be careful about their use of natural sweeteners as well, including honey, maple syrup, and molasses. Avoid artificial sugars like the plague. NutraSweet is especially bad for insulin-dependent diabetics because it makes controlling blood sugar more difficult. Also avoid saccharin, which has been shown to cause tumors in animals. This means excluding drinks such as regular and diet sodas, juices with added sugar, and concentrated foods such as dried fruits.

Unsaturated oils - those that are liquid at room temperature (except olive oil) should be avoided. This includes soybean, corn, safflower, sesame seed, flaxseed, Canola, flaxseed, Evening Primrose, Borage and fish oils. Also, avoid all partially hydrogenated oils, including margarine, which are toxic for everyone--not just diabetics. In general, the diet must be low in fats, even if they are healthy fats because of the lipase deficiency associated with diabetes. The only fats I recommend are coconut oil, organic or even better, raw butter, and extra virgin olive oil but in very limited amounts. Semua Hal Tentang Diabetes

Most diabetics, either Type I or Type II, benefit from the same diet: whole, unprocessed foods, complex carbohydrates in the form of whole grains and vegetables, fresh fruits, raw cow or goat milk and cultured milk products such as yogurt, low fat raw cheeses, cottage cheese and lean organic meats, especially lamb, fish, and poultry. Some diabetics can tolerate whole fruits and some cannot. It depends on the severity of the case.

If you eat grains, make sure they're whole grains, preferably organic. Get organic whole-grain breads from the health food store (wheat, millet, buckwheat, amaranth, brown rice, rye, barley, and so on). Grain-sensitive people should eat the heirloom grains,Semua Hal Tentang Diabetes, which have never been hybridized or treated with pesticides. About 70 percent of wheat-intolerant people can tolerate these. They include Kamut, spelt, quinoa, and amaranth. You can buy them as whole grains, flour, and in many products, including cereals, bread, and crackers. 

High-fiber foods are excellent for stabilizing blood sugar. Dietary fibers (especially oats) lower blood sugar levels, reduce insulin requirements, and decrease the rate of absorption of foods from the intestines into the bloodstream. I do not recommend fiber which has been isolated from the whole food but the whole food itself. High-fiber foods include fresh whole vegetables, legumes, whole grains, and whole fruits. Zero-fiber foods include all refined carbohydrates (flour, sugar, pasta, bread, etc.). Foods rich in fat and sugar activate intestinal bacteria which produce estrogen, as does fat tissue. Too much estrogen desensitizes the skeletal muscles to the action of insulin. Garlic and onions have been reported to have blood sugar-lowering action The active ingredients are reported to be sulfur-containing compounds, although other constituents, such as bioflavanoids, may play a role as well.

Certain nutrients are required to metabolize glucose in the body, including the trace minerals chromium and manganese, zinc, B-complex vitamins (including pantothenic acid, or vitamin B5), inositol, and vitamin C. Glandular secretions (thyroid, pituitary, adrenal, pancreas and liver) and the green foods (green Kamut, wheat grass, and blue green algae) - available in supplement form--are also excellent nutrients which help modulate the blood sugar.  Semua Hal Tentang Diabetes

Here are some foods which contain the above nutrients, but remember to avoid those to which you are sensitive. This list is not complete, but they'll give you an idea of the varied food sources containing the desired nutrients. Foods are listed in descending order of the particular nutrient. You can see from reading this list of foods how important it is to eat whole foods, direct from Mother nature.

Chromium: Brewer's yeast, whole wheat and rye bread, bovine liver, potatoes, and green peppers, eggs, chicken, apples, butter, parsnips, cornmeal. Many diabetics have reported to me that taking small (microgram) amounts of chromium picolinate has helped reduced their insulin dosage. Large amounts of chromium can be toxic.

Manganese: nuts, barley, rye, buckwheat, spilt peas, whole wheat, spinach, oats, raisins, beet greens, Brussels sprouts, cheese, carrots, broccoli, brown rice, whole wheat, corn, cabbage, peaches, butter. 

Zinc: fresh oysters, ginger root, lamb chops, pecans, split peas, beef liver, egg yolk, whole wheat, rye, oats, lima beans, almonds, walnuts, sardines, chicken, and buckwheat.

B-complex: Brewer's yeast, torula yeast, beef and chicken liver, mushrooms, split peas, blue cheese, pecans, eggs, lobster, oats, buckwheat, rye, broccoli, turkey (dark meat), brown rice, whole wheat, red chili peppers, sardines, avocado, chicken (dark meat), and kale.

Inositol: navy beans, barley, whole wheat (the wheat germ), brewer’s yeast, oats, black-eyed peas, oranges, lima beans, green peas, molasses, split peas, grapefruit, raisins, cantaloupe, brown rice, orange juice, peaches, cabbage, cauliflower, onions, sweet potatoes, watermelon, strawberries, lettuce, tomatoes, eggs and milk.

Vitamin C: acerola, red chili peppers, guavas, red sweet peppers, kale, parsley, collard leaves, turnip greens, green sweet peppers, broccoli, Brussels sprouts, mustard greens, watercress, cauliflower, red cabbage, strawberries, papayas, spinach, oranges, lemons, grapefruit, turnips, mangos, asparagus, cantaloupes, swiss chard, green onions, tangerines and oysters.

Nutrients And Supplements Which Help Control Blood Sugar 

Hormonal Balancing:
Pregnenolone Powder or tabs: In insulin-dependent diabetics, certain cells in the pancreas, called beta cells, do not function properly to produce insulin. In animal studies in which diabetes was induced by destroying the beta cells of the pancreas, Semua Hal Tentang Diabetes DHEA was found to reverse the damaged beta cells. Although no human studies have been reported, I recommend pregnenolone for all diabetics, young and old alike at a dosage of 100 to 150 mg (about 1/16th tsp) daily or 3 tabs of the 25 mg pills. Dr. Peat uses DHEA and brewer’s yeast to lower insulin dosages in diabetics. A case history is described at the end of this article. However, DHEA is contraindicated in cancer patients because it can convert to estrogen which exacerbates the condition. 

Thyroid glandular: Most diabetics are hypothyroid, have high cortisol and really need thyroid glandular therapy. This was proven by Dr. Broda Barnes, M.D., who discovered that thyroid glandular protects diabetics from the side effects of insulin. 

Semua Hal Tentang Diabetes

Natural Progesterone (10%) in natural vitamin E: I recommend this in diabetic women. It stimulates the release of the thyroid hormone from the thyroid gland. 

Enzymes

VSCLR: a high lipase multiple digestive enzyme formula is used as the multiple digestive formula, 2 to 4 caps with each meal three times daily. Insulin-dependent diabetics must monitor insulin and glucose levels.
PAN: multiple digestive enzyme formula for sugar, grains and fruits. Dosage: 2 caps per meal 3x/d. 

Other enzymes may be indicated according to the Loomis 24-hour urinalysis, the Loomis palpation test and patient history.

Herbs:

Gymnesyl (gymnema sylvestre): Gymnesyl is an Ayurvedic herb from India used in the treatment of diabetes. It has been shown to reduce the insulin requirement in Type I diabetes, and there is some evidence that it may regenerate or revitalize the cells of the pancreas that are responsible for producing insulin. It has also shown positive results in Type II diabetes. Semua Hal Tentang Diabetes In fact, some patients were able to discontinue their oral drugs and maintain blood sugar control with gymnesyl alone.2 In one study of non-insulin dependent diabetics given gymnesyl along with their oral blood sugar lowering medication, all patients showed improved blood sugar control. Twenty-one out of 22 type II diabetics were able to reduce their drug dosage considerably, and five subjects were able to maintain blood sugar control with gymnesyl and diet alone. The dose for gymnesyl is 400 mg daily in both type I and type II diabetics. (Murray, Michael, N.D., “Are Botanical Medicines Useful in Diabetes?” American Journal of Natural Medicine, 1:3, Nov. 1994, pp. 5-7) 

Stevia: This herbal sweetener is excellent for diabetics and helps stabilize blood sugar while not requiring insulin for its metabolism.

Fenugreek seeds (Trigonella foenumgraecum): Fenugreek contains several active ingredients in the defatted portion of the seed. These include trigonelline alkaloid, nicotinic acid, and coumarin. Defatted fenugreek seed powder, given twice daily (50 gram dose) to Type I diabetics resulted in lowered fasting

blood sugar and a 54 percent decrease in 24-hour urinary glucose excretion. In Type II diabetics, the addition of 15 grams of powdered fenugreek seed soaked in water significantly reduced postprandial glucose levels (Murray, ibid.)

Pterocarpus (Pterocarpus marsupium): has historically been used in India as a treatment for diabetes. It contains a flavonoid called epicatechin, which has been shown to prevent and rejuvenate beta cell damage in rats. Epicatechin is also found in green tea (cammelia sinensis). Since pterocarpus is not available in the United States, green tea may be a good alternative. Dr. Michael T. Murray recommends at least two cups daily. Green tea is available in health food stores and from health care providers. (Chakravarthy, B.K. et al. “Pancreatic beta-cell regeneration in rats by epicatechin,” Lancet, 2:759-60, 1981; Murray, Michael., N.D., ibid.)  Semua Hal Tentang Diabetes

Huereque: This is derived from the root of the huereque cactus from the northwestern Mexican desert. It has a profound effect on lowering blood sugar levels. Dr. Daniel Dunphy of the San Francisco Preventive Medical Group, has used this botanical on 15 patients who presented with insulin-dependent adult-onset diabetes. All 15 are now almost or entirely off insulin. Dunphy reports that the only drawback to huereque is that after about six months, its ability to control blood sugar starts to wear off, as if the body has developed a tolerance to it. Still, he maintains that huereque is a very helpful aid in modulating blood sugar IF it is used with other important nutrients and IF all factors that triggered the diabetes are addressed. Please contact Dunphy for more information. (Daniel Dunphy, N.D., “Diabetes, It’s reversible,” Alternative Medicine Digest, Issue 12, p. 44; Source: Daniel Dunphy, N.D., San Francisco Preventive Medical Group, 345 West Portal Avenue, San Francisco, CA 94127. Phone: (415) 566-1000).

Semua Hal Tentang Diabetes

Case Histories

The diabetic who ate junk food Semua Hal Tentang Diabetes : 

A 45-year old male presented with type II diabetes requiring oral diabetic drugs. Although he took his drugs, his diet was a diabetic’s nightmare, consisting of fast foods, junk foods, refined sugar and little whole organic foods, fruits or vegetables or organic meat or poultry. His urine test revealed the drastic effects of his diet on his health. It showed a large amount of urinary glucose, a very toxic colon, sugar and fat intolerance, severe allergies and an overly acidic condition with low calcium and low vitamin C. Even though there are enzymes for all of his conditions, I emphasized to him that popping enzymes without dietary changes was a waste of money. As a prerequisite to recommend enzyme support, I extracted a promised from him that he would indeed change his diet. He told me, “I have no choice, I feel terrible.” Even with this promise, I minimized his regimen, because he was so toxic. Here is what I gave him:

VSCLR, a multiple digestive enzyme for fat intolerance, 2 caps per meal
PAN, a multiple digestive enzyme for sugar intolerance, 2 caps per meal
Challenge Powder, a colon cleanse powder which reduces colon toxicity from high indican (which is a poison that forms from undigested food) and is also for parasites.
Kdy, an allergy relief formula  Semua Hal Tentang Diabetes
Thyroid glandular, important in all hypothyroid diabetics

I told him that I would hold off on formulas containing calcium and vitamin C and would wait one month, ample time for him to change his diet and then see what the second urine revealed. My lecture on diet worked. This man totally changed his diet, eliminated his fast foods, junk foods and processed foods. I was very impressed with his next urine test. Not only was there no urinary glucose, his doctor told him to delete his oral diabetic drug because his blood sugar was now normal, and his colon was no longer toxic.

The Woman Who Hated Insulin: 

This is a true story from Dr. Peat. He has had many cases like this but I asked him to be specific and to tell me one individual case. A middle-aged, slightly overweight woman presented with “insulin-dependent diabetes.” She asked Peat if he could help her reduce her dosage of insulin which she had been taking for ten years. Peat recommended the following:

Thyroid glandular
DHEA, 10% in natural vitamin E oil: 10 mg (3 drops) daily for 2-4 weeks
Brewer’s yeast: up to 4 ounces daily added as a paste to chicken broth or other soups
A diet high in animal protein (eggs, milk, yogurt, chicken, fish and so on), plus coconut oil and a raw carrot daily  Semua Hal Tentang Diabetes

In three to four days, she had to decrease her insulin dosage. In two-three weeks, she was off insulin completely.

The Old, Blind Diabetic Man: 

Another true story from Peat about a friend of his, a 78-year old man who had been an acrobat and was in the Spanish Civil War who became diabetic. After being on insulin for 50 years, he became blind and his feet were totally numb, making walking difficult. He was so blind that he drove down the left side of the street, but he never admitted his blindness. He was so numb that he had trouble getting from his bed to his easy chair. Peat put a plate beside his bed which contained eight ½-grain tablets of a good thyroid glandular. He told his friend to take one of these pills daily. In about two weeks, Peat came to visit his friend and found him out walking. I asked Peat what happened to his blindness but since he never admitted it, Peat couldn’t answer my question.  Semua Hal Tentang Diabetes

Disclaimer: These statements have not been evaluated by the Food and Drug Administration. These statements and the formulations listed are not intended to diagnose, prescribe for, treat or claim to prevent, mitigate or cure any human disease. They are intended for nutritional support only. The FTC requires that we tell you that the results in case notes and testimonials published here are not typical, however they do show what some people have been able to achieve. One of the main lessons that Natural Healing teaches us is that no one is typical. Individuals vary, which is why we must always consider the whole person when recommending a course of action. These results are what some people have achieved with our methods. The third party information referred to herein is neither adopted nor endorsed by this web site but is provided for general informational purposes. Any person suspecting disease conditions should seek the advise of a licensed physician.  Semua Hal Tentang Diabetes

"Disclaimer: I am a chemist and an enzyme nutritionist, not a medical doctor. I do not diagnose, prescribe for, treat or claim to prevent, mitigate or cure any human diseases. I do not provide diagnosis, care, treatment or rehabilitation of individuals, nor apply medical, mental health or human development principles. I do not prescribe prescription drugs nor do I tell you to discontinue them. I provide enzymes and other dietary supplements to improve digestion and to nourish and support normal function and structure of the body. If you suspect any disease, please consult your physician." 

Disclaimer: These statements have not been evaluated by the Food and Drug Administration. They are not intended to diagnose, prescribe for, treat or claim to prevent, mitigate or cure any human disease. They are intended for nutritional support only. The FTC requires that we tell you that the results in case notes and testimonials published here are not typical, however, they do show what some people have been able to achieve. Individuals vary, which is why we must always consider the whole person when recommending a course of action. The third party information referred to herein is neither adopted nor endorsed by this web site but is provided for general information purposes. The listing of specific disease terms is based upon medical literature and is not a substitute for competent medical advice. If you suspect a medical condition, you should consult a physician. Semua Hal Tentang Diabetes

Copyright 2001 - 2006. Neither this article, nor any part of it, may be reproduced without permission.
If permission to reprint is granted, the article must include author and URL information.  Semua Hal Tentang Diabetes

Lita Lee, Ph.D.
http://www.litalee.com
Lita@litalee.com

31.7.12

Menyegarkan diri hanya Dalam 10 menit

Menyegarkan diri hanya Dalam 10 menit

Menyegarkan diri hanya Dalam 10 menit jika Jenuh dengan aktivitas sehari-hari adalah sinyal agar tubuh istirahat dan perlu melakukan hal-hal yang dapat menyegarkan pikiran. Hanya dengan 10 menit cara menyegarkan diri dapat meningkatkan energi dan membuat orang merasa segar kembali atau recharge. Jadi siapa bilang untuk merasa segar kembali orang harus menghabiskan waktu yang lama? 

Bagi yang sangat sibuk pun tetap masih mungkin melakukan hal-hal yang membuat segar kembali hanya dengan 10 menit sehingga dapat meningkatkan energi dan suasana hati. 21 cara Menyegarkan diri hanya Dalam 10 menit, antara lain:

  1. Dapatkan sinar matahari. Jika bekerja di bawah cahaya lampu sepanjang hari, maka gunakan 10 menit untuk mendapatkan sinar matahari. Mendapatkan sinar matahari dapat memberikan efek menyegarkan. Selain itu, mendapatkan sinar matahari juga memiliki manfaat yang nyata. Hal tersebut dapat membantu tubuh memproduksi vitamin D, yang penting untuk kesehatan. Paparan sinar matahari juga dapat meningkatkan kadar serotonin, yang dapat meningkatkan mood dan membantu tidur lebih baik pada malam hari.
  2. Naik turun tangga. "Naik turun tangga selama 10 menit adalah cara yang bagus agar jantung dapat memompa darah dengan lebih baik," kata Christine Gerbstadt, MD, RD, juru bicara American Dietetic Association.
  3. Istirahat sambil minum kopi sejenak. David Leopold, MD, direktur Integrative Medical Education di Scripps Center for Integrative Medicine, San Diego merekomendasikan espresso khusus. "Espresso Brewing merupakan ekstrak semua rasa kopi yang juga memiliki sifat antioksidan terkuat," kata Leopold.
  4. Mengisi teka-teki silang (TTS)
  5. Melakukan peregangan. Jika badan terasa kaku setelah duduk di meja kerja seharian, melakukan peregangan dapat membuat badan terasa lebih segar.
  6. Membuat minuman smoothie atau jus buah
  7. Menutup mata dan membayangkan liburan ke tempat yang kita sukai.
  8. Membaca sejenak misalnya membaca novel, komik, majalah dan lain-lain.
  9. Jalan-jalan sejenak
  10. Jangan ngemil makanan yang mengandung gula dan karbohidrat terlalu banyak, lebih baik memilih cemilan yang mengandung sejumlah protein.
  11. Menulis di buku harian atau blog pribadi.
  12. Tertawa. Belum terdapat bukti pasti apakah tertawa dapat bermanfaat untuk kesehatan, namun setidaknya tertawa dapat membuat merasa lebih baik.
  13. Membasuh muka menggunakan air dingin.
  14. Beralih ke teh hijau. Teh hijau memiliki tingkat tertinggi antioksidan seperti senyawa EGCG (epigallocatechin-3-gallate) yang memungkinkan dapat mendukung kesehatan, menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan beberapa jenis kanker.
  15. Mencoba aromaterapi.
  16. Pertimbangkan mengonsumsi suplemen.
  17. Mendengarkan musik Musik yang tepat benar-benar dapat memperbaiki mood.
  18. Mengonsumsi cokelat. Cokelat merupakan stimulan ringan, dan mungkin juga memiliki banyak manfaat kesehatan lainnya, seperti meningkatkan daya ingat dan menurunkan risiko kardiovaskular.
  19. Menata ruang kerja dan meja kerja
  20. Menyempatkan makan sesuai jadwal makan
  21. Menarik napas dalam-dalam. Mengambil napas dalam-dalam dapat meredakan stres dan ketegangan.
Cara-cara Menyegarkan diri hanya Dalam 10 menit diatas sebenarnya merupakan hal yang sangat sepele, tetapi mungkin justru tidak diperhatikan oleh sebagian orang. Namun, memang tidak ada salahnya untuk mencoba mempraktikkan. Jangan membuang waktu istirahat 10 menit dengan kegiatan yang pasif. Waktu 10 menit akan sangat berguna jika digunakan untuk kegiatan aktif yang positif. Hal tersebut dapat membuat badan dan pikiran segar kembali.

29.7.12

10 Kebiasaan untuk Memperkuat Jantung

10 Kebiasaan untuk Memperkuat Jantung Jantung merupakan organ vital yang harus dijaga agar mampu bekerja optimal. Untuk itu ada 10 kebiasaan yang dapat dilakukan untuk memperkuat jantung. Apa saja itu?

Menjaga jantung agar tetap sehat bisa membantu menjaga organ-organ lain di tubuh bekerja dengan baik karena mendapatkan asupan darah dan oksigen yang cukup. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar jantung tetap kuat, seperti dikutip dari Caritaudi.blogspot.com 10 Kebiasaan untuk Memperkuat Jantung :

1. Berhenti merokok

10 Kebiasaan untuk Memperkuat Jantung

2. Olahraga 30 menit sebanyak 4 kali dalam seminggu

10 Kebiasaan untuk Memperkuat Jantung

3. Menurunkan berat badan 5-10 kg

10 Kebiasaan untuk Memperkuat Jantung

4. Konsumsi 5 gelas air sehari

10 Kebiasaan untuk Memperkuat Jantung

5. Mengganti kopi dengan teh

10 Kebiasaan untuk Memperkuat Jantung

6. Mengonsumsi salmon pada hari Sabtu dan tuna pada hari Selasa

10 Kebiasaan untuk Memperkuat Jantung

7. Mengonsumsi sereal jagung saat sarapan

10 Kebiasaan untuk Memperkuat Jantung

8. Menghitung sampai 10

10 Kebiasaan untuk Memperkuat Jantung

9. Mengonsumsi semangka

10 Kebiasaan untuk Memperkuat Jantung

10. Tanyakan dokter apakah perlu konsumsi vitamin E dan aspirin

10 Kebiasaan untuk Memperkuat Jantung

20.7.12

Yuk Bersihkan Paru-Paru kita dari Asap Rokok

Yuk Bersihkan Paru-Paru kita dari Asap Rokok

1. Omega3

Pemberian makanan yang kaya akan omega-3 pada penderita penyakit gangguan paru-paru kronik (Chronic obstructive Pulmonary Diseases/COPD) dapat memperbaiki fungsi paru-paru penderita penyakit tersebut. Hal ini ditunjukkan dengan adanya penurunan serum, tingkat produksi lendir serta perbaikan gejala pada penderita COPD.

2. Kedelai

Berikut petikan berita Kedelai Perbaiki Paru-Paru :
"MENGONSUMSI makanan dan minuman yang mengandung banyak kedelai dapat memperbaiki fungsi paru-paru dan mengurangi serangan penyakit sesak nafas kronis.

Tim studi yang dipimpin Fumi Hirayama asal Jepang meneliti 300 pasien sesak nafas dan 340 orang sehat mengenai konsumsi kedelai. Hasilnya, mereka yang mengonsumsi produk-produk yang mengandung kedelai ada hubungannya dengan membaiknya fungsi paru-paru dan turunnya risiko terkena sesak nafas.

"Setelah diteliti, flavonoid yang terdapat dalam makanan kedelai bertindak sebagai anti-peradangan pada paru-paru serta dapat melindungi paru-paru dari tembakau yang menyebabkan kanker bagi para perokok," jelas Hirayama.

Menurut Hirayama, selain baik bagi paru-paru, kedelai juga bisa menurunkan kolesterol serta mengatasi gejala menopause.

3. Transplantasi

Untuk pertama kalinya, para peneliti dari McEwen Centre for regenerative Medicine, University Health Network berhasil menggunakan terapi gen untuk memperbaiki paru-paru yang "rusak" sehingga digunakan untuk transplantasi kepada pasien yang membutuhkan.
Teknik ini bakal secara signifikan memacu pertumbuhan jumlah donor paru-paru dengan cara memperbaiki organ yang sebelumnya dinilai "cacat", selain juga meningkatkan hasil transplantasi yang lebih baik.

Lewat suatu proyek Dr Shaf Keshavjee, pakar dari McEwen Centre for Regenerative Medicine, University Health Network menerapkan teknik gen ex vivo pada organ paru-paru donor sebelum digunakan untuk transplantasi. Teknik tampak sederhana dan efektif untuk memperbaiki fungsi paru-paru.

Ingin tahu bagaimana cara kerja terapi gen ini? Paru-paru donor disimpan dalam kondisi suhu tubuh normal dengan menempatkannya di sebuah kubah untuk memproteksi. Lalu, sistem perfusi paru Toronto XVIVO secara terus-menerus memompa cairan oksigen tanpa darah, protein, dan nutrisi kepada paru-paru yang "cacat" tersebut. Metode ini meniru kondisi paru pada umumnya sehingga sel-sel yang "cacat" bisa memperbaiki diri sendiri dan terciptalah sebuah paru-paru yang bagus dan bisa diaplikasikan sebagai donor.

Setelah itu, dimasukkan gen IL-10 yang bisa menghalangi respons imunitas tubuh terhadap infeksi sehingga organ yang baru ditransplantasi tidak rusak.

4. 12 jam saja

Bagi pecandu rokok, menghentikan kebiasaan merokok merupakan hal yang sulit. Namun ternyata, tubuh akan memperbaiki sistemnya ketika seseorang mulai berhenti merokok selama 12 jam.

Perasaan buruk akan terasa di awal, namun pada saat itulah proses penyembuhan kerusakaan akibat rokok dimulai.
Karbon monoksida dan kandungan nikotin dalam tubuh akan hilang secara perlahan.

Kandungan berbahaya tersebut akan hilang sama sekali dalam waktu 2-3 hari setelah berhenti merokok. Pada saat itu akan timbul perasaan tak tenang serta emosi yang tidak stabil. Rasa lapar , serta keletihan yang berlebihan bahkan kesulitan tidur pun terasa.Gejala tersebut menandakan bahwa tubuh sedang membersihkan sisa-sisa nikotin yang ada.
Dalam 2-3 minggu sejak berhenti merokok sirkulasi tubuh akan mulai memperbaiki kerusakan pada paru-paru. Dalam jangka waktu 1-9 bulan, batuk-batuk dan nafas pendek akan menghilang. Paru-paru mulai bersih dan fungsinya kembali normal.

Gejala-gejala seperti depresi, frustasi, dan sakit kepala juga akan melanda pada awal proses penyembuhan. Namun hasilnya, Anda akan terbebas dari risiko kanker, jantung, kemandulan, dan kerusakan paru-paru. Dengan sedikit kesabaran dan niat yang keras,
Anda akan mendapatkan kualitas kesehatan yang luar biasa.

5. Antioksidan

Brokoli, apel, serta sayur dan buah lainnya yang kaya antioksidan bisa membantu memperbaiki dan melindungi paru-paru Anda. Satu studi telah menunjukkan bahwa paru-paru orang yang mengkonsumsi lebih dari 5 apel dalam seminggu berfungsi lebih baik dari paru-paru mereka yang sama sekali tidak mengkonsumsi apel.

Selain itu, antioksidan isothiocyanate pada sayuran seperti brokoli, tauge, serta kol bunga juga terbukti bisa menurunkan risiko kanker paru-paru.

Sayuran kol, kubis hijau dan merah berfungsi sebagai sumber nutrisi dan pelindung paru-paru. Makanan sumber nutrisi paru-paru lainnya meliputi
buah bit, wortel, ketela, labu, biji wijen, almon, aprikot, kacang, serta buah sitrus.

6. Tingkatkan kapasitas

Angka harapan hidup kita secara langsung bergantung pada kapasitas paru-paru. Jika paru-paru tidak bekerja maksimal untuk mensuplai oksigen ke seluruh tubuh, maka semua proses metabolisme akan rusak.

Satu cara efektif meningkatkan kapasitas paru-paru adalah dengan memainkan instrumen seperti saksofon, terompet, peluit, bahkan recorder. Praktek selama 10-15 menit sehari akan memperbaiki paru-paru Anda.

TSisa juga dengan tarik napas , ambil udara sebanyak2 nya lalu ditahan 2/3 detik aja(jgn lama2 ) trus keluarin sammpe bener2 abis udaranya, bagus waktu pagi. Kalo rutin bagus, bisa ngelatih paru2 + nambah kapasitas paru2

7. Kelembaban

Mucus atau lendir sering menjadi penyebab batuk kronis. Dalam sistem pengobatan China, kelemahan pada diet dan sistem pencernaan diperkirakan sebagai penyebab langsung kelembaban dan lendir yang terakumulasi di paru-paru.

Pada banyak kasus, mengurangi serta membersihkan mucus dapat meredakan batuk. Mulailah dengan berhenti mengkonsumsi makanan yang memproduksi mucus seperti produk-produk susu (khususnya es krim), makanan dingin dan mentah, makanan manis yang mengandung pemanis buatan atau tepung olahan, serta minuman ringan.

8.Tekan Disini  / akupuntur

Dalam sistim pengobatan China, akupuntur dilakukan secara teratur untuk mengatasi masalah paru--paru. Anda bisa menstimulus titik akupuntur yang sama pada tubuh Anda dengan teknik yang disebut "acupressure".

Anda tidak harus menggunakan jarum untuk menstimulus tetapi juga bisa menggunakan jari Anda. Temukan titik akupuntur yang biasa disebut dengan cubit marsh. Bengkokkan lengan Anda di siku. Titik akupuntur berada pada liputan siku, pada bagian luar otot besar di tengah-tengah titik. Tekanlah bagian tersebut dengan menggunakan jempol sampai Anda merasa lebih baik. Tahan selama 2-3 menit. Lakukan pada lengan yang lain.

9. Jeruk Nipis

setelah di anaisis melalui alat GC-MS, air jeruk nipis mampu menurunkan kadaar nikotin hingga 70,65. Namun air jeruk nipis disini hanya alat bantu untuk dapat berhenti merokok.

10. Minum banyak air.

Ini akan membantu untuk mengelurkan racun dan nikotin yang telah terakumulasi dalam tubuh Anda setelah bertahun-tahun merokok.

11. Latihan pernapasan setiap hari.

Buat tubuh rileks dan tarik napas panjang melalui hidung dan hembuskan napas melalui mulut selama sekitar 5-10 menit.