Showing posts with label Hewan. Show all posts
Showing posts with label Hewan. Show all posts

7.12.15

Video : Ikan Hidup dengan Tubuh Separuh

Video : Ikan Hidup dengan Tubuh Separuh
Video : Ikan Hidup dengan Tubuh Separuh
Di beberapa negara kita sering dibuat tercengang, akan kejadian yang aneh, janggal, namun nyata adanya. Ya, kejadian di luar nalar kita sebagai manusia, kerap membuat bingung sekaligus menghebohkan.

Mungkin Anda pernah mendengar beberapa waktu lalu, di mana seekor ayam yang kepalanya hampir terputus masih mampu berjalan, makan, dan melakukan kebiasaannya sehari-hari. Tentunya kejadian ini sangat aneh bukan.

tetapi siapa sangka, teryata kejadian serupa terjadi bukan hanya di daratan saja. Di laut pun ternyata ada kejadian yang cukup sama dan serupa, tetapi hewannya berupa ikan laut, yang masih mampu hidup meskipun sebagian tubuhnya telah hilang. Video : Ikan Hidup dengan Tubuh Separuh

Ikan yang ada di laut ini ternyata masih mampu berenang, bahkan ia tidak mengalami kendala keseimbangan saat melakukannya.

Binatang yang terus berenang di air ini, hanya memiliki kepala dan sirip. Dan ikan ini berhasil direkam, dalam sebuah video berdurasi 33 detik. Dalam uraian yang terdapat bersama klip, menjelaskan bahwa ikan ini ditangkap di Maladewa.


Keterangan, awalnya ditulis dalam bahasa Jerman, berbunyi: "Seorang nelayan di Maladewa menangkap ikan. Ia memusnahkan ikan. Namun ikan mampu berenang jauh tanpa tubuh."

Lebih dari 964.000 orang telah melihat rekaman ini. Tetapi beberapa pengguna YouTube tidak terkesan dengan video ini, yang menganggap itu kasus kekejaman terhadap hewan.

Salah satu menulis dalam komentar: "Yang begitu kejam," sementara yang lain menambahkan: "Bagaimana Anda bisa menyiksa ikan ini tanpa ragu-ragu." Video : Ikan Hidup dengan Tubuh Separuh

29.8.12

Derita Orangutan - Part II

Derita Orangutan - Part II, Ada pemandangan tak lazim bagi warga Kampung Parit Wadongkak, desa Wajok Hilir, kecamatan Sianten, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu, 26 Agustus 2012. Seekor orangutan jantan terlihat meloncat-loncat di atas batang pohon di kebun milik salah seorang warga.


Derita Orangutan - Part II
gubernur yang menjabat : cornelis

Derita Orangutan - Part II

Derita Orangutan - Part II

Tak ayal ratusan warga pun beramai-ramai menyaksikan polah hewan langka ini. Ali Zakaria (60 tahun), salah seorang warga, menuturkan sejak puluhan tahun ia tinggal, baru kali ini ada orangutan yang masuk ke pemukiman warga.

"Sudah 60 tahun saya tinggal di sini, baru kali ini ada orangutan masuk kampung di sini. Warga jadi takut, apalagi yang ibu-ibu," kata Ali Zakaria.

Orangutan juga disebut Ali sering merusak tanaman. "Buah tandan kelapa sawit, durian dimakan. Baru tiga hari ini orangutan di sini. Sempat bikin sarang tadi malam. Kami tadi malam itu menjaganya supaya jangan lari ke mana-mana," tutur Ali Zakaria.

Ali pun menjelaskan, orangutan masuk ke permukiman karena hutannya habis. "Tempatnya tidak ada lagi. Hutannya habis untuk kebun kelapa sawit di sini," ujarnya.

Upaya Evakuasi

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat dan sejumlah LSM yang bergerak di bidang lingkungan berupaya mengevakuasi orangutan tersebut bersama ratusan warga setempat.

"Kami memfokuskan evakuasi orangutan itu. Saat ini kami kesulitan evakuasi, karena banyak warga sekitar yang mendekati lokasi. Orangutan ini sudah stres, karena sudah dibius dengan cara menembakan obat bius ke orangutan.

"Kami sering melakukan evakuasi orangutan, akan tetapi tidak sesusah ini," kata Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Niken Wuri Handayani.

Niken menjelaskan, orangutan terancam kehilangan habitat akibat perluasan perkebunan kelapa sawit, hutan tanaman industri, dan pembalakan liar hutan. Masuknya orangutan ke permukiman pun diharapkan semakin meningkatkan kesadaran akan ancaman makin terancamnya jumlah populasi orangutan.

Terusir dari habitatnya, seekor Orangutan jantan yang masuk ke pemukiman penduduk pun dihela. Ia akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi lemah, kesakitan, bulu juga kulit terkelupas akibat luka bakar dari api yang disulut warga.

Pongo pygmaeus itu akhirnya menyerah setelah empat hari bertahan melawan segala upaya yang dilakukan untuk membuatnya turun dari pohon; bius, petasan, bahkan setelah pohon kelapa yang menjadi pijakannya dibakar. Lihat fotonya di tautan ini.

Warga pun melancarkan upaya terakhir: dukun. "Tadi ada ritual atau selamatan dengan maksud ingin menjinakkan orangutan. Kami mendatangkan dukun (orang pintar) bernama Iskandar dari kampung Bakau Mempawah. Ritual dilakukan selama 15 menit berjalan lancar, " kata Daeng Ramli

Daeng Ramli mengatakan sebagai bagian dari ritual, warga mengumpulkan bahan-bahan di antaranya daun sirih 3 batang, telur ayam kampung 1 buah, dan sebatang rokok.

"Terus dukun jampi-jampi. Setelah ritual itu orangutan itu agak lemah. Setelah ditembak obat bius, lalu pingsan dan menjatuhkan diri," tutur Daeng Ramli.

Saat ini, Orangutan berusia sekitar 17 tahun itu dibawa ke Daops Manggala Agni Rasau Jaya, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat. Untuk menjalani pemulihan.

Orangutan pergi, wargapun lega."Karena warga juga takut dengan orangutan itu. Kami tidak bisa berladang," kata Daeng Ramli.

Orangutan diduga terpaksa masuk kampung karena hutan yang jadi habitat aslinya, demi perluasan perkebunan kelapa sawit dan hutan tanaman industri (HTI). Juga menjadi korban pembalakan liar hutan (ilegal logging).

13.8.12

Kamuflase Hewan Paling Sempurna

Kamuflase Hewan Paling Sempurna, Hewan melakukan kamuflase bertujuan untuk menghindari kejaran sang predator terkadang kamuflase hewan bisa terlihat sempurna dan tidak telihat karena sulit menbedakan antara bintang dan benda disekitarnya. Salah satu hewan yang paling hebat melakukan kamuflase adalah bunglon hewan ini dapat merubah warna badanya sesuai dengan warana disekitar lingkunganya namun selain bunglon masih ada hewan lain yang lihai melakukan kamuflase dengan sempurna. Nah berikut ini ada beberapa foto hewan hewan yang berhasil melakukan Kamuflase Hewan Paling Sempurna.

Kamuflase Hewan Paling Sempurna

Kamuflase Hewan Paling Sempurna

Kamuflase Hewan Paling Sempurna

Kamuflase Hewan Paling Sempurna

Kamuflase Hewan Paling Sempurna

Kamuflase Hewan Paling Sempurna

Kamuflase Hewan Paling Sempurna

Kamuflase Hewan Paling Sempurna

Kamuflase Hewan Paling Sempurna

Kamuflase Hewan Paling Sempurna

Kamuflase Hewan Paling Sempurna

10.8.12

7 Badak Sumatra Teristimewa

7 Badak Sumatra Teristimewa

Para pegiat lingkungan mengatakan tujuh badak yang nyaris punah terekam foto di Taman Nasional Leuser, Aceh, yang merupakan foto pertama dalam 26 tahun terakhir.

"Kami pasang 28 kamera sejak Juli lalu dan dari situ enam bulan kemudian kami dapatkan sekitar 1.000 gambar dan dari gambar itulah kami coba analisa tentang populasi badak ini," kata Jamal Gawi, Direktur Yayasan Leuseur Internasional kepada BBC Indonesia.

Jamal mengatakan dari foto yang ada, terekam satu ekor badak jantan dan enam betina dan populasi badak diperkirakan tidak lebih dari 27 ekor.

Ia mengatakan informasi terakhir tentang adanya badak diperoleh sekitar 26 tahun lalu.

"Hasil survei ini merupakan berita gembira tentang konservasi badak," tambahnya.

Upaya selanjutnya, kata Jamal adalah melakukan survei lebih lanjut di tujuh lokasi lain di Leuser yang diperkirakan menjadi habitat binatang yang dilindungi ini.

Jejak badak
Langkah meneliti populasi badak, menurut Jamal, dilakukan, pada saat para pegiat lingkungan meneliti populasi harimau tahun 2008.

Jamal mengatakan saat penelitian itu mereka juga menemukan jejak-jejak badak.

Saat ini diperkirakan terdapat hanya 200 ekor badak Sumatra yang terdapat di Indonesia dan Malaysia, setengah dari jumlah 15 tahun lalu.

Sekitar 70% populasi badak punah sejak tahun 1985, terutama karena perburuan dan hilangnya habitat.
survey